Fenomena Rukun Islam

Oleh:   autocuan autocuan   |   4:33:00 PM
Fenomena Rukun Islam (tanpa faham rukun iman)

Kami menarik judul disini fenomena Rukun Islam, kami mencoba menempatkan hal yang paling mendasar untuk memulai pembahasan ini, Nabi Muhammad menjelaskan kepada kita tentang adanya Rukun Iman dan Rukun Islam. Kedua rukun ini sebenarnya mana yang didahulukan,,,, ? rukun iman atau rukun islam…?
Seorang hamba sebelum menjalankan rukun islam harusnya mengetahui rukun iman secara pasti dan jelas, ia harus meyakini atau mengimani rukun rukun iman, belum dapat dikatakan islam bila ia belum memahami rukun islam,…. Mengapa….. ? … karena sebelum ia membuat pengakuan ia mengakui Allah itu Tuhannya dan Nabi Muhammad Rasullnya, ia harus meyakini terlebih dahulu dengan seyakinnya bahwa Allah itu Ada dan Muhammad itu rasulullah.
Karena sangatlah tidak mungkin seseorang yang belum mengenal Allah sedikitpun akan mengambil Allah menjadi Tuhannya, maka jika ini terjadi sangatlah mustahil kalau ia akan Takut kepada Allah, dan sangatlah tidak mungkin kalau ia akan menghambakan dirinya kepada Allah. Karena ia mengakui dengan syahadat tetapi ia belum mengenal siapa Allah. Begitupulah terhadap Nabi Muhammad Rasulullah.

Disini kami tampilkan rukun iman sebagai penyegar fikiran sebelum berjalan ke rukun islam.

Rukun Iman Ada Enam
Seperti yang sudah umum diketahui bahwa rukun iman ada enam yaitu:
1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada Malaikat-malaikatNya
3. Beriman kepada Kitab-kitabNya
4. Beriman kepada Para Nabi dan RasulNya
5. Beriman kepada Hari Kiamat
6. Beriman kepada Qadha dan Qadhar Allah, yang baik ataupun yang buruk
Iman Adalah..
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita juga mengetahui pengertian iman. Secara bahasa, iman berarti tashdiq atau membenarkan. Sementara menurut istilah syara’, iman adalah tashdiq bil qalbi atau membenarkan dengan hati semua hal yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Iman juga membutuhkan pengakuan akan hal tersebut dengan lidah atau lisan.
Setelah mengenal rukun iman secara sekilas, kini saatnya kita bahas masing-masing rukun iman satu per satu secara mendetil.
Rukun iman yang Pertama : beriman kepada Allah maksudnya kita benar meyakini bahwa Allah yang Maha segalanya yang telah menciptakan langit bumi dan seisinya dan Allahlah yang memilki segalanya, dan kita harus mengetahui sifat sifat Allah, pelajari Asma asma Allah yang wajib

Rukun iman yang kedua adalah beriman kepada malaikat-malaikatNya. Makna dari beriman kepada para malaikat adalah meyakini bahwa Allah telah menciptakan para malaikat dan mayakini bahwa:
1. Malaikat bukanlah laki-laki ataupun perempuan
2. Malaikat tidak makan dan minum
3. Malaikat tidak tidur
4. Malaikat tidak menikah dan tidak memiliki nafsu
5. Malaikat adalah makhluk yang mulia
Selain itu, malaikat merupakan makhluk yang selalu patuh kepada Allah sebagaimana firman Allah:

“tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At Tahrim, 6)
Allah memiliki banyak sekali malaikat, tidak terhitung jumlahnya. Hanya Allah yang mengetahui persis jumlah malaikat tersebut. Namun hanya 10 malaikat yang wajib kita ketahui yaitu:
1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu
2. Mikail, bertugas mengurusi rizki para makhluk
3. Israfil, bertugas meniup sangkakala
4. Izrail, bertugas mencabut nyawa
5. 6. Munkar dan Nakir, bertugas menanyakan mayat dalam kubur.
7. 8. Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal manusia
9. Malik Zabaniyah, bertugas menjaga neraka
10. Ridwan, bertugas menjaga surga.

Rukun iman yang ketiga adalah percaya kepada kitab-kitabnya. Beriman di sini bermakna meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah SWT turunkan adalah kalam Allah yang bersifat azaly dan qadim yang berada pada zatnya dan tidak bersuara. Singkatnya, kita harus meyakini bahwa kalam tersebut bukanlah makhluk, bukan ciptaan, melainkan menyatu dengan zat Allah SWT.
Jumlah kitab yang Allah SWT turunkan berjumlah 4 kitab. Keempat kitab tersebut adalah Al Quran (diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW), Injil (diturunkan untuk Nabi Isa), Taurat (diturunkan untuk Nabi Musa) dan Zabur (diturunkan untuk Nabi Daud).
Selain itu, Allah juga menurunkan beberapa shuhuf atau lembaran- lembaran. Jumlah shuhuf yang Allah turunkan berjumlah 100 shuhuf dengan perincian sebagai berikut:
1. 50 shuhuf untuk Nabi Syits
2. 30 shuhuf untuk Nabi Idris
3. 10 shuhuf untuk Nabi Ibrahim
4. 10 shuhuf untuk Nabi Adam

Rukun Iman yang Keempat: Beriman kepada Para Nabi dan Rasulnya
Beriman di sini bermakna meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus para Nabi dan Rasul. Perbedaan Nabi dan Rasul adalah seorang Nabi belum tentu Rasul sementara seorang Rasul sudah pasti seorang Nabi.
Jumlah keseluruhan para Nabi menurut satu riwayat adalah 124.000 Nabi. Sementara para Rasul keseluruhan berjumlah 313 orang. Dari sekian banyak Nabi dan Rasul, yang wajib kita ketahui hanya 25 saja. Berikut daftar ke-25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui tersebut:
1. Adam as
2. Idris as
3. Nuh as
4. Hud as
5. Shaleh as
6. Ibrahim as
7. Luth as
8. Ismail as
9. Ishak as
10. Ya`qub
11. Yusuf As
12. Ayub as
13. Syu`ib as
14. Musa As
15. Harun as
16. Zulkifli as
17. Daud as
18. Sulaiman as
19. Ilyas as
20. Ilyasa` as
21. Yunus As
22. Zakaria as
23. Yahya as
24. Isa as
25. Muhammad SAW
Di antara 25 Rasul tersebut di atas, ada 5 Rasul yang diberi gelar Ulul Azmi, gelar yang diberikan karena mendapat cobaan yang sangat berat. Kelima Rasul tersebut adalah Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa As, Nabi Isa As dan Nabi Nuh As.

Rukun Iman yang Kelima: Beriman kepada Hari Kiamat
Salah satu hal yang pasti akan terjadi adalah hari kiamat. Kapan terjadinya hari kiamat tidak ada yang tau pasti. Kita sebagai manusia hanya bisa menerka-nerka sesuai dengan tanda-tanda kiamat yang sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW.
Beriman di sini bermakna percaya dan yakin bahwa suatu ketika hari kiamat akan datang. Setiap manusia yang sudah mati akan dihidupkan kembali. Setiap manusia juga akan diperhitungkan semua perbuatannya selama di dunia.

Rukun Iman yang Keenam: Beriman kepada Qadha dan Qadhar
Rukun iman yang terakhir adalah beriman kepada Qadha dan Qadhar, apakah itu yang baik maupun yang buruk. Sebagai seorang yang mengaku mukmin, kita harus mengakui dan meyakini bahwa setiap hal yang terjadi di dunia ini atas izin Allah. Kita harus menerima dengan lapang dada semua ketentuanNya.

Namun kita tetap harus berbaik sangka kepada Allah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk masing-masing kita.

Nah inilah yang harus diketahui dan difahami oleh seseorang sebelum ia mengucapkan syahadat
Karena tidaklah mungkin kita mencintai seseorang atau sebuah benda tanpa kita tau dan mengenai seseorang atau benda tadi.
Inilah fenomena yang terjadi saat ini, inilah kajian dasar iman seseorang sebelum ia diakui keislamannya.
Disni kami ingatkan lagi mengenai rukun islam yang harus dikerjakan dan dijalankan setelah kita mengetahui dan memahami rukun islam diatas.

Rukun Islam yang Pertama: Mengucap Dua Kalimat Syahadat
Bacaan dua kalimat syahadat adalah:: “aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan Selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Jadi, dua kalimat syahadat adalah bacaan pengakuan terhadap dua hal. Pertama, pengakuan bahwa HANYA Allah SWT saja yang wajib kita sembah dan kita taati. Kedua, pengakuan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SAW kepada umatnya.

Rukun Islam yang Kedua: Mendirikan Shalat 5 Waktu
Rukun Islam yang kedua adalah mendirikan shalat 5 waktu. Artinya, shalat 5 waktu (shubuh, dhuhur, ‘ashar, magrib dan ‘isya) wajib kita lakukan setiap hari. Mengenai berbagai tata cara pelaksanaan shalat wajib 5 waktu ini sudah banyak dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitabnya. Tidak mungkin dijelaskan di tulisan ini karena akan sangat panjang.

Rukun Islam yang Ketiga: Membayar Zakat
Rukun Islam yang ketiga adalah membayar zakat. Begitu pentingnya zakat dalam Islam, perintah zakat sering diiringkan dengan perintah shalat dalam Alquran. Misalnya dalam surat Albaqarah ayat 43: “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” Secara umum, zakat terbagi menjadi dua macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap manusia setahun sekali di bulan Ramadhan hingga sebelum shalat ied. Kadar dan jenis zakat ini tertentu dan terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang wajib dikeluarkan karena kepemilikan atas harta tertentu. Zakat mal hanya wajib dibayar jika sudah sampai nisab dan sudah sampai haul. Zakat mal ada beberapa macam yaitu zakat emas dan perak, zakat perniagaan, zakat hewan dan zakat pertanian. Pembahasan mengenai zakat juga sangat panjang. Tidak mungkin dijelaskan secara mendetil di tulisan ini.

Rukun Islam yang Keempat: Berpuasa di Bulan Ramadhan
Seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa pada Bulan Ramadhan, kecuali yang memiliki udzur syar’i. Jika kita meninggalkan puasa Ramadhan baik karena uzdur syar’i atau sengaja, maka kita wajib mengqadha di lain waktu. Lama berpuasa Ramadhan adalah satu bulan, yang berarti bisa jadi 29 hari atau 30 hari. Tata cara pelaksanaan puasa ramadhan juga tidak mungkin dibahas di sini karena ada banyak sekali penjelasan mengenai puasa ramadhan. Dalil wajibnya melakukan puasa Ramadhan adalah sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Rukun Islam yang Kelima: Haji
Ibadah haji hanya diwajibkan satu kali seumur hidup. Kewajiban inipun tidak berlaku untuk semua. Kewajiban haji hanya bagi orang-orang yang mampu. Orang yang memiliki harta yang cukup untuk perjalanan haji, memiliki kesehatan yang baik dan memiliki harta untuk keluarga yang ditinggalkan, maka orang tersebut sudah wajib melakukan haji.


Nahhh,,,,,,,,,
Bagaiman saudara saudara seiman…… ??????
Beberapa fenomena yang terjadi saat ini.

Banyak orang yang mengakui dirinya islam karena sudah mengucap Syahadat tidak mengenal Allah dan tidak mengenal siapa itu Muhammad Rasulullah.
Dampaknya : karena tidak mengenai sifat sifat Allah yang serba Maha ia tidak takut siksa Allah. Contoh : Allah itu Maha melihat karena si manusia tadi tidak tau Allah maha melihat jadi ia tidak malu untuk maksiat.
Jadi tidaklah baik jika kita belum mengenal tetapi sudah menyatakan cinta, seperti bahasa orang sekarang, mari kita cinta Allah mari kita taat kepada Allah, itulah ajakan para ulama sekarang, menurut kami harusnya, "mari kita lebih mengenal Allah, mari kita lebih mengenal Muhammad dan Mari kita belajar Alquran, karena bila ini di lakukan maka, kecintaanya terhadap islam akan tumbuh dengan luar biasa.
Dan tidak akan sepenuh hati syahadat seseorang bila ia belum mengenai Allah dan Muhammad, dan tidaklah mungkin ia akan mengerjakan rukun islam yang wajib itu secara sadar bahwa ia hamba yang harus Taat kepada Allah S.W.T……..

jadi dimana letak islam kita kalau kita belum meyakini rukun iman, dan dimana keyakinan itu kalau kita tidak mengerti dan faham rukun iman,
Fahami rukun iman dengan baik dan benar, setelah itu yakini, jika sudah benar benar yakin, masuklah kedalam islam dengan sepenuhnya.
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak kasih, tak kasih alamat binasa, sudah binasa neraka tempatnya,…….

Tampilkan Komentar