Skandal Bid'ah, Umat dan Ulama

Oleh:   autocuan autocuan   |   4:42:00 PM
Judul ini kami angkat berdasarkan hal yang berkembang dimasyarakat, yang kelihatannya ringan tetapi jika dikaitkan kedalam hukum islam batal, tertolak dan haram hukumnya. seputar skandal bid'ah ini dilakukan oleh umat islam dengan dibantu para ulama ulama yang mencari keuntungan di dalam perkara bid'ah tersebut.

bid'ah adalah segala sesuatu yang tidak ada dan pernah dicontohkan oleh nabi muhammad, atau tidak dikerjakan oleh nabi dalam perkara ibadah. sesuai firman Allah telah aku sempurnakan islam, jadi didalam permasalah ibadah tidak ada lagi tambahan tambahan selain dari yang pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad, selain itu ada perkataan Nabi muhammad mengatakan bahwa urusan ibadah aku lebih mengetahui dan urusan duniamu engkau lebih mengetahui.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian.”[Al-Maidah: 3].


bid'ah dibagi dua
1. bid'ah dalam perkara hidup didunia (diperbolehkan).
2. dan bid'ah dalam perkara syariah, ibadah (diharamkan).

1. Bid'ah dalam perkara hidup ini maksudnya ialah perbuatan yang dibuat karena perkara dunia seperti masalah IPTEK, adanya mobil, motor dan sepeda, dan lain lain hal yang. ini tidak ada di zaman Rasulullah, tetapi ini diperbolehkan.

2. Bid'ah dalam perkara syariah atau ibadah, ialah segala bentuk bacaan, gerakan, yang tidak pernah dikerjakan atau dicontohkan Nabi dalam mengerjakan, jadi segala bentuk ibadah itu semua sudah lengkap dan jelas dan sempurna dari nabi, tidak boleh ditambah atau dikurangi....tetapi yang terjadi sekarang sangat banyak umat mengerjakan bid'ah dalam ibadah ini terlebih dibantu oleh para ulama yang mencari popuparitas duniawi. 

Daftar bid'ah yang terjadi di Indonesia :
perkara niat yang dilafazkan dalam ibadah, setiap ibadah memerlukan atau diawali dengan niat, tetapi niat disini diyakinkan didalam hati bukan dilafazkan atau diucapkan apakah lagi sampai diharuskan dengan bacaan niat yang baku, ini sangat menyalahi aturan, karena pekerjaan niat sekali lagi adalah pekerjaan hati, dan tidak diucapkan dan tidak ada lafaz baku, silahkan niat dengan maksud hati masing masing.
bid'ah dalam mengharuskan membaca ayat tertentu didalam shalat, ini biasanya dilakukan, dan diajarkan serta dipopulerkan, oleh para ulama, dan mengharuskan para umat membaca ayat atau surat tertentu didalam shalat.
memutar telunjuk ditahiyat akhir, sedangkan kita tau bahwa shalat butuh ketenangan, dan nabi mengajarkan didalam shalat untuk hadir fikiran dan hati serta anggota tubuh yang tenang, malah dimakruhkan bila membuat gerakandisengaja lebih dari 3 kali.
membuka telapak tangan disaat salam dengan alasa membuka pintu syurga dan menutup pintu neraka, ini bid'ah.
menjadikan anak yang belum baliqh sebagai imam, dengan alasan bacaan yang sangat indah, dan dengan alasan untuk mempopulerkan anak tersebut dikarenakan bapaknya seorang imam,  
mengharuskan doa secara berjamaah, apalagi sampai diperintahkan para imam, setiap habis shalat, tanpa memandang sebab dan keadaan makmum.
menghadap makmum setiap habis shalat, ini yang biasa dilakukan para imam.
kirim pahala shalat,
kirim pahala bacaan al quran,
kirim pahala wirid atau dzikir,
kirim pahala sembelih hewan qurban,
menhajikan orang, baik masih hidup ataupun sudah mati,
kirim pahala sedeqah, infak, wakaf.
dan terparah lagi mengirim pahala bacaan alfatiha ke Nabi Muhammad Rasulullah. dari nomor 8 sampai no 14 sangat populer di Indonesia sekarang,
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. (QS. Al-Baqarah 170). 


 nahhh... sangatlah cocok jawaban para ulama broker jasa pengiriman pahala ini dengan apa yang telah Allah Firmankan, ini seharusnya menjadi hal yang harus mendapat pemusatan pikirian dari Lembaga MUI, tetapi sayangnya MUI sekarang adalah lembaga yang di naungi pemerintah, bukan lagi lembaga yang mengurusi masalah umat, karena siapa saja boleh menjadi anggota majelis tanpa harus hafal dan faham Al Quran,,,,,   

ini terbukti karena telah dikeluarknya edaran dari pemerintah lewat depag untuk menggalakkan belajar dan membaca serta memimpin kirim kirim amalan tersebut, apalagi sekarang telah diadakan jasa menghajikan orang yang telah mati atau yang masih hidup oleh pemerintah, MUI MUI MUI dimanaaaa,,,,,,? ini telah menjadi agenda setiap masjid di seluruh indonesia untuk mengajarkan kirim pahala yang populer disebut dengan yasinan atau tahlillan, 

jika hampir seluruh masjid di indonesia mengerjakan bid'ah ini dan di imami oleh yang disebut kiyai apa kyai apa ustad apalah namanya, apakah masih menjadi rumah Allahkah masjid tersebut..... ???? apakah Allah akan senang bila ini dilakukan secara rutin dan terjadwal..... ????

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”

dan apakah kami salah mengartikan Firman Allah ini....????

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [QS. An-Nahl : 97]

Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang shaleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezqi di dalamnya tanpa hisab. [QS. Al-Mukmin : 40]

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. [QS. Yaasiin : 54]

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shaleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri, dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya). [QS. Fushilat : 46]

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shaleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. [QS. Al-Jaatsiyah : 15]

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.[QS. An-Nisaa’ : 40]

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). [QS. Al-An’aam : 160]
 .
jadi dimana letak dan dimana dasar adanya kirim pahala di dalam islam, apakah lagi sampai kirim pahala ke nabi para sahabat dan keluarga nabi,,, memangnya berapa banyak pahala broker pahala ini,,,, ? sampai sampai mampu kirim pahala ke Nabi Muhammad Rasulullah,,, hati hati,,, nanti pahalanya habis dan buat sendiri saja belum cukup,,,,,, hehehehehe....

15. bidah adzan didalam kubur dan saat turun ruma.
16. wanita memimpin majelis yang bukan khusus wanita,
17. bidah mengeraskan suara dzikir apakah lagi sampai menggerakkan anggota badan dan dengan irama.
18. bid'ah menyebut nama Allah dengan tunggal yaitu Allah saja, hal ini sudah mulai dibiasakan para ulama setiap mendengar ayat dibaca dan disambut para makmum dengan menyebut Allah, 
dan masih banyaklah lagi bid'ah bid'ah yang ada di indonesia,
kami tidak sanggup lagi menuliskannya satu persatu, lain waktu akan kami bahas lagi,

kami hanyalah orang bodoh yang berusaha belajar dan menjalankan islam dengan benar dan dengan pengetahuan kami, kami harap para kiyai, ulama, ustadz,  dan pemerintah melalui kementerian agama mengkaji hal ini secara bijak lagi, karena baru sebagian kecil dari bid'ah yang ada yang kami tampilkan... 

semoga Allah menyelamatkan kita semua .... Aamiin.... .

Tampilkan Komentar